Selama ini banyak yang menganggap
bahwa kuntilanak merupakan hantu asli Indonesia banyak juga yang menganggap
bahwa hantuitu adalah Jin yang menampakkan diri namun. Tahukah anda bahwa
sebenarnya kuntilanak bukan berasal dari Indonesia melainkan dari Belanda ada
banyak bukti yang menunjukkan bahwa kuntilanak adalah salah satu warisan budaya
Belanda yang lama-lama dianggap sebagai perwujudan dari Tuhan oleh orang
Indonesia kuno. Apa saja bukti tersebut, Mari kita telusuri lebih lanjut.
| Sumber : |
1. History yang tergabung dalam dad historical
Institute in Jakarta pada tahun 1988 oleh kippers memaparkan catatan tentang
bagaimana cerita kuntilanak disebarkan oleh Belanda pada masa penjajahan sejak
abad ke-19 Belanda mulai memperkenalkan genre cerita horor dan supranatural ke
masyarakat pribumi Indonesia melalui media massa seperti koran dan majalah pada
tahun 1904 seorang dokter Belanda bernama Van Deventer menuliskan sebuah
artikel dalam majalah yang menggambarkan tentang hantu-hantu yang dipercayai
oleh penduduk pribumi artikel tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa
Melayu dan disebarkan diantara penduduk pribumi diantara cerita-cerita tersebut
terdapat sebuah cerita tentang kuntilanak seorang hantu wanita dengan rambut
panjang yang hidup di pohon beringin dan mampu memanggil korban dengan suaranya
yang menyeramkan Belanda menggunakan cerita-cerita horror ini sebagai sarana
untuk mengontrol perilaku masyarakat bumi dengan cara menakut-nakuti mereka
agar patuh terhadap aturan-aturan dan nilai-nilai yang dianut oleh penjajah
Belanda. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Belanda memainkan peran penting
dalam penyebaran cerita kuntilanak di Indonesia.
| Sumber : |
2. Dalam buku The Undutchables an observation
of the Netherlands it's culture and it's in habitats karya Colin White dan Laurie Boucke juga disebutkan bahwa kuntilanak adalah mitos yang diciptakan oleh
Belanda pada masa penjajahan di Indonesia pandangan ini juga didukung oleh beberapa
sumber lain seperti ahli antropologi dokter Ignasius Haryanto mengatakan bahwa
kuntilanak adalah cerita yang diciptakan oleh orang Belanda untuk menakuti
orang pribumi di Indonesia. Ahli bahasa dan budaya Indonesia Profesor dokter
atau UU menyatakan bahwa kuntilanak berasal dari kata Belanda yaitu kinderan
yang berarti anak-anak tertawa. Berdasarkan sejarah pada masa penjajahan Belanda
di Indonesia mereka membawa tradisi dan cerita rakyat yang berasal dari negeri
anda sendiri konon kuntilanak pada awalnya adalah sosok wanita cantik bernama
Helena yang berasal dari Belanda, Helena dipercaya telah meninggal dunia karena
dihukum mati atas tuduhan melakukan sihir dan keterlibatannya dalam
pemberontakan terhadap penjajah setelah meninggal Helena menjadi hantu yang
menakutkan dengan rambut Panjang yang menutupi seluruh tubuhnya bukti lain yang
menguatkan bahwa kuntilanak berasal dari Belanda adalah adanya kemiripan antara
kuntilanak dan sosok hantu Belanda lainnya yang dikenal dengan sebutan Witte wieven sosok hantu itu wieven juga merupakan Wanita yang tampil dengan penampilan
serupa yaitu memakai baju putih dan rambut Panjang yang menutupi tubuhnya.
3. White Lady adalah hantu perempuan
dari Eropa yang biasanya muncul dengan rambut panjang dan menggunakan daster
putih hantu ini tersebar ke seluruh duniakarena adanya kolonialisme di Belanda hantu
ini dikenal dengan istilah frowein with yang bisa menjadi baik atau jahat di
Indonesia diterjemahkan menjadi perawan Frozen yang berarti perempuan baik-baik
dengan gaun putih meskipun berasal dari Belanda cerita tentang kuntilanak
menyebar dengan cepat di Indonesia hal ini terjadi karena pada masa penjajahan
terjadi percampuran antara budaya Belanda dan Indonesia. cerita tentang hantu
kuntilanak juga ditemukan di beberapa negara lain didunia. Misalnya saja di
Thailand terdapat cerita tentang hantu yang dikenal dengan sebutan Phi Tai Hong
hantu Phi Tai Hong juga dipercaya menakut-nakuti manusia dengan suara tangisannya
dalam budaya Indonesia kuntilanak juga seringkali dihubungkan dengan adanya
kejadian-kejadian aneh seperti suara tangisan di malam atau peristiwa misterius
yang tidak bisa dijelaskan secara logis fenomena ini turut memperkuat kepercayaan
masyarakat Indonesia pada keberadaan kuntilanak sebagai hantu penjaga kuburan
dan juga kisah Si Manis Jembatan Ancol sejarah lokal juga menyebutkan seorang
penguasa di Kalimantan pada abad ke-18 Sultan Abdurrahman Alkadrie sedang
mencari ibukota baru untuk kerajaannya ketika menyusuri Sungai Kapuas dan masuk
ke pedalaman dia beristirahat diantara pertemuan Dua sungai lalu dia diganggu
oleh makhluk yang disebutnya sebagai Pontianak. Sultan Alkadria sangat marah dan
bahkan mencoba menembak Pontianak dengan Meriam Meskipun tidak berhasil lokasi
jatuhnya peluru meriam itulah yang sekarang menjadi alun-alun Kota Pontianak
yang berasal dari kata Pontianak. Pontianak sendiri adalah singkatan dari
perempuan mati beranak makhluk ini diceritakan sudah mengenakan daster orang
Eropa padahal pakaian daster putih tidak pernah dikenal dalam tradisi
berpakaian suku manapun di Indonesia pakaian tersebut hanya dikenal di Eropa pada
abad ke-17 dan ke-18 kemudian ketika kata Pontianak masuk ke daerah Sunda Jawa
dan Bali berubah menjadi kuntilanak orang-orang di tiga daerah ini sering
menggunakan bahasa isyarat untuk menyampaikan nilai-nilai moral.Salah satu
alasan mitos kuntilanak muncul Karena orang-orang di masa lalu sangat takut
pada bahaya malam hari seperti hewan liar begal dan hantu-hantu oleh karena itu
makhluk mistis seperti kuntilanak sering dikaitkan dengan malam hari di sisi
lain anak-anak di kampung sering bermain dan terkadang waktu maka orang Sunda
Jawa dan Bali mengubah kata Pontianak menjadi kuntilanak yang berarti menculik
anak.
| Sumber : |
4. Selain dianggap sebagai hantu
penjaga kuburan kuntilanak juga dipercaya sebagai perwujudan dari Tuhan oleh
orang Indonesia kuno Hal ini terlihat
dari cara pandang mereka yang menganggap
kuntilanak sebagai simbol kekuatan alam dan keberadaan Tuhan yang tak terlihat salah
satu contoh penafsiran kuntilanak sebagai perwujudan Tuhan dapat ditemukan dalam
cerita rakyat Jawa yang mengisahkan tentang Nyi Roro Kidul dalam cerita
tersebut Nyi Roro Kidul dipercaya sebagai perwujudan dari Tuhan Yang bersemayam
di atas air yaitu laut selatan dalam tradisi Nusantara terdapat kata to atau tu yang terkait dengan kepercayaan animisme dan dinamisme Oleh karena itu tidak
mengherankan jika pengikut ajaran kapitaan percaya bahwa benda-benda yang memiliki
unsur 2 atau 2 memiliki kekuatan gaib contohnya Watu Tugu tulang tumbat
tunggang tulup tumbuhan untuk pintu tutup serta yang dunia bahkan termasuk Tuan
Tuhan dan hantu. Oleh karena itu saat melakukan Bakti pamujan kepada Sang HyangTaya mereka biasanya menyiapkan sesajen berupa tumpeng tu embal tumben tukum
dan lain-lain yang semuanya dianggap memiliki kekuatan magis di masa lampau
baik hantu maupun Tuhan disembah dan dianggap sesuatu yang sangat sacral hantu
dipercaya sebagai perwakilan atau perwujudan dari Tuhan untuk memberikan pengetahuan
dan Wasit kepada manusia hantu adalah roh nenek moyang atau roh orang yang
sudah mati dalam tradisi kapitayan atau Sunda Wiwitan yang sangat dihormati dan
dihargai sebagai perantara antara manusia dengan Tuhan dalam hal ini hantu juga
dapat dianggap seperti Malaikat Jibril dalam pandangan orang-orang Islam.
| Sumber : |
5. Pemujaan nenek moyang terhadap
hantu juga terlihat dari pergelaran wayang sebelum agama-agama seperti Hindu
Budha Islam dan Kristen masuk ke Indonesia orang-orang nusantara sudah mengenal
wayang wayang bercerita tentang kehidupan masyarakat nenek moyang yang diceritakan
langsung oleh rohnya sendiri yang masuk ke tubuh para dalang Wayang bukan hanya
bercerita tentang Mahabharata atau Ramayana melainkan memberikan peringatan dan
kutukan terhadap orang-orang yang dianggap layak untuk dikutuk atau mendapatkan
berkah namun cerita tentang penghormatan terhadap hantu atau roh nenek moyang terkikis
oleh kemunculan agama-agama Internasional
seperti Hindu dan Budha orang-orang Hindu dan Budha mengalihkan penghormatan
dari hantu atau roh nenek moyang ke dewa-dewi karena dalam tradisi Hindu di
India, hantu dianggap tidak baik pewayangan yang semula menceritakan kehidupan
nenek moyang kita diganti dengan cerita tentang Mahabharata dan Ramayana yang
dianggap lebih bermakna hal ini diikuti dengan mengubah hantu menjadi lebih
negatif seperti gandarua yang diadopsi dari India dan diubah menjadi genderuwo
yang sangat jahat dan cabul ketika agama Islam dan Kristen datang ke Indonesia
penghormatan terhadap hantu semakin ditekan hantu-hantu dianggap negatif dan dihubungkan
dengan setan kesurupan yang dulu dianggap sebagai wujud kearifan seseorang
sekarang dianggap sebagai wujud rendahnya iman seseorang.
| Sumber : |
6. Meskipun banyak yang menganggap kuntilanak
sebagai sosok hantu penjaga kuburan namun ada juga pandangan yang berbeda
tentang makna kuntilanak beberapa peneliti menganggap bahwa kuntilanak
merupakan simbol dari ketidakpuasan perempuan terhadap system patriarki yang
ada di masyarakat pendapat serupa juga diungkapkan oleh Zainal Arifin dalam
bukunya kuntilanak dan peran perempuan menurut Arifin kuntilanak tidak hanya
dipandang sebagai sosok hantu penjaga kuburan namun juga sebagai simbol
perjuangan perempuan dalam melawan ketidakadilan gender Arifin menyoroti
karakteristik kuntilanak yang kuat independen dan mampu menaklukkan ketakutan
dengan kemampuan supernya ia berargumen bahwa hal ini dapat dipandang sebagai
bentuk keberanian dan perjuangan perempuan dalam menghadapi segala tantangan
dan rintangan yang ada di dalam masyarakat yang patriarkal Arifin juga
mengaitkan fenomena kuntilanak dengan peran perempuan dalam masyarakat yang seringkali
dianggap sebagai makhluk yang lebih lemah dan rentan oleh karena itu Arifin
menyimpulkan bahwa kuntilanak tidak hanya menjadi objek cerita horror belaka
namun juga memiliki nilai dan makna yang penting dalam perjuangan perempuan
kemudian dalam artikel kuntilanak dalam perspektif feminis karya etik
juwitasari Sari menyatakan bahwa kuntilanak dapat dipahami sebagai cermin dari ketidakadilan gender yang masih
terjadi di masyarakat Sari menyoroti karakteristik kuntilanak yang dianggap
mengerikan dan menakutkan serta seringkali dihubungkan dengan kejahatan dan
kekerasan hal ini menurut Sari mencerminkan stigma negatif yang masih
dilekatkan pada perempuan dalam masyarakat yang patriarkal perempuan seringkali
dianggap sebagai makhluk yang lemah tidak berdaya dan rentan menjadi korban
kekerasan dan pelecehan dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa kuntilanak
sebenarnya berasal dari Belanda dan diperkenalkan ke Indonesia pada masa
penjajahan cerita tentang kuntilanak memiliki dua tujuan yang penting yaitu
kita harus selalu mengabdi kepada Tuhan dan harus selalu berhati-hati pada
malam hari terutama perempuan yang dapat menjadi korban pemerkosaan atau
serangan binatang buas.
Maka dapat dipastikan bahwa kuntilanak bukanlah jin atau makhluk yang benar-benar ada melainkan hanya cerita rekaan bahkan cerita tentang kuntilanakyang hanya keluar pada malam hari juga terpengaruh oleh mitos-mitos dari luar seperti drakula karena menurut pandangan kebanyakan ulama Islam. Jin sebagaimana manusia tidak takut terhadap matahari mereka memiliki kebebasan untuk berbuat baik atau jahat serta memiliki beragam karakteristik seperti manusia. Meskipun tidak takut terhadap matahari Jin diketahui lebih suka berada ditempat-tempat yang tidak terkena sinar matahari ini pun juga sama dengan manusia yang lebih suka Seduh karena takut gosong yang diyakini bisa menunda dipertemukannya jodoh apapun asal-usul dan maknanya cerita rakyat ini sudah menjadi warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan Namun sebagai manusia yang cerdas dan rasional Kita juga harus berpikir kritis dan objektif agar tidak mudah terpengaruh oleh mitos dan kepercayaan yang tidak berdasar yang hanya disampaikan dari mulut ke mulut secara Tutur Tinular tanpa bisa dibuktikan.
Sumber :

No comments:
Post a Comment