PANTES MASIH BODOH, 200 TAHUN DIBOHONGI BELANDA..!! Ketahuilah 6 Fakta Kuntilanak Bukan Jin, Cuma Karangan Penjajah - Berita Blog 6

Breaking

Monday, April 24, 2023

PANTES MASIH BODOH, 200 TAHUN DIBOHONGI BELANDA..!! Ketahuilah 6 Fakta Kuntilanak Bukan Jin, Cuma Karangan Penjajah

Selama ini banyak yang menganggap bahwa kuntilanak merupakan hantu asli Indonesia banyak juga yang menganggap bahwa hantuitu adalah Jin yang menampakkan diri namun. Tahukah anda bahwa sebenarnya kuntilanak bukan berasal dari Indonesia melainkan dari Belanda ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa kuntilanak adalah salah satu warisan budaya Belanda yang lama-lama dianggap sebagai perwujudan dari Tuhan oleh orang Indonesia kuno. Apa saja bukti tersebut, Mari kita telusuri lebih lanjut.

 

Sumber : YtCrash Claims

1. History yang tergabung dalam dad historical Institute in Jakarta pada tahun 1988 oleh kippers memaparkan catatan tentang bagaimana cerita kuntilanak disebarkan oleh Belanda pada masa penjajahan sejak abad ke-19 Belanda mulai memperkenalkan genre cerita horor dan supranatural ke masyarakat pribumi Indonesia melalui media massa seperti koran dan majalah pada tahun 1904 seorang dokter Belanda bernama Van Deventer menuliskan sebuah artikel dalam majalah yang menggambarkan tentang hantu-hantu yang dipercayai oleh penduduk pribumi artikel tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dan disebarkan diantara penduduk pribumi diantara cerita-cerita tersebut terdapat sebuah cerita tentang kuntilanak seorang hantu wanita dengan rambut panjang yang hidup di pohon beringin dan mampu memanggil korban dengan suaranya yang menyeramkan Belanda menggunakan cerita-cerita horror ini sebagai sarana untuk mengontrol perilaku masyarakat bumi dengan cara menakut-nakuti mereka agar patuh terhadap aturan-aturan dan nilai-nilai yang dianut oleh penjajah Belanda. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Belanda memainkan peran penting dalam penyebaran cerita kuntilanak di Indonesia.

 


Sumber : YtCrash Claims

2. Dalam buku The Undutchables an observation of the Netherlands it's culture and it's in habitats karya Colin White dan Laurie Boucke juga disebutkan bahwa kuntilanak adalah mitos yang diciptakan oleh Belanda pada masa penjajahan di Indonesia pandangan ini juga didukung oleh beberapa sumber lain seperti ahli antropologi dokter Ignasius Haryanto mengatakan bahwa kuntilanak adalah cerita yang diciptakan oleh orang Belanda untuk menakuti orang pribumi di Indonesia. Ahli bahasa dan budaya Indonesia Profesor dokter atau UU menyatakan bahwa kuntilanak berasal dari kata Belanda yaitu kinderan yang berarti anak-anak tertawa. Berdasarkan sejarah pada masa penjajahan Belanda di Indonesia mereka membawa tradisi dan cerita rakyat yang berasal dari negeri anda sendiri konon kuntilanak pada awalnya adalah sosok wanita cantik bernama Helena yang berasal dari Belanda, Helena dipercaya telah meninggal dunia karena dihukum mati atas tuduhan melakukan sihir dan keterlibatannya dalam pemberontakan terhadap penjajah setelah meninggal Helena menjadi hantu yang menakutkan dengan rambut Panjang yang menutupi seluruh tubuhnya bukti lain yang menguatkan bahwa kuntilanak berasal dari Belanda adalah adanya kemiripan antara kuntilanak dan sosok hantu Belanda lainnya yang dikenal dengan sebutan Witte wieven sosok hantu itu wieven juga merupakan Wanita yang tampil dengan penampilan serupa yaitu memakai baju putih dan rambut Panjang yang menutupi tubuhnya.

 


Sumber : YtCrash Claims

3. White Lady adalah hantu perempuan dari Eropa yang biasanya muncul dengan rambut panjang dan menggunakan daster putih hantu ini tersebar ke seluruh duniakarena adanya kolonialisme di Belanda hantu ini dikenal dengan istilah frowein with yang bisa menjadi baik atau jahat di Indonesia diterjemahkan menjadi perawan Frozen yang berarti perempuan baik-baik dengan gaun putih meskipun berasal dari Belanda cerita tentang kuntilanak menyebar dengan cepat di Indonesia hal ini terjadi karena pada masa penjajahan terjadi percampuran antara budaya Belanda dan Indonesia. cerita tentang hantu kuntilanak juga ditemukan di beberapa negara lain didunia. Misalnya saja di Thailand terdapat cerita tentang hantu yang dikenal dengan sebutan Phi Tai Hong hantu Phi Tai Hong juga dipercaya menakut-nakuti manusia dengan suara tangisannya dalam budaya Indonesia kuntilanak juga seringkali dihubungkan dengan adanya kejadian-kejadian aneh seperti suara tangisan di malam atau peristiwa misterius yang tidak bisa dijelaskan secara logis fenomena ini turut memperkuat kepercayaan masyarakat Indonesia pada keberadaan kuntilanak sebagai hantu penjaga kuburan dan juga kisah Si Manis Jembatan Ancol sejarah lokal juga menyebutkan seorang penguasa di Kalimantan pada abad ke-18 Sultan Abdurrahman Alkadrie sedang mencari ibukota baru untuk kerajaannya ketika menyusuri Sungai Kapuas dan masuk ke pedalaman dia beristirahat diantara pertemuan Dua sungai lalu dia diganggu oleh makhluk yang disebutnya sebagai Pontianak. Sultan Alkadria sangat marah dan bahkan mencoba menembak Pontianak dengan Meriam Meskipun tidak berhasil lokasi jatuhnya peluru meriam itulah yang sekarang menjadi alun-alun Kota Pontianak yang berasal dari kata Pontianak. Pontianak sendiri adalah singkatan dari perempuan mati beranak makhluk ini diceritakan sudah mengenakan daster orang Eropa padahal pakaian daster putih tidak pernah dikenal dalam tradisi berpakaian suku manapun di Indonesia pakaian tersebut hanya dikenal di Eropa pada abad ke-17 dan ke-18 kemudian ketika kata Pontianak masuk ke daerah Sunda Jawa dan Bali berubah menjadi kuntilanak orang-orang di tiga daerah ini sering menggunakan bahasa isyarat untuk menyampaikan nilai-nilai moral.Salah satu alasan mitos kuntilanak muncul Karena orang-orang di masa lalu sangat takut pada bahaya malam hari seperti hewan liar begal dan hantu-hantu oleh karena itu makhluk mistis seperti kuntilanak sering dikaitkan dengan malam hari di sisi lain anak-anak di kampung sering bermain dan terkadang waktu maka orang Sunda Jawa dan Bali mengubah kata Pontianak menjadi kuntilanak yang berarti menculik anak.

 

Sumber : YtCrash Claims

4. Selain dianggap sebagai hantu penjaga kuburan kuntilanak juga dipercaya sebagai perwujudan dari Tuhan oleh orang  Indonesia kuno Hal ini terlihat dari  cara pandang mereka yang menganggap kuntilanak sebagai simbol kekuatan alam dan keberadaan Tuhan yang tak terlihat salah satu contoh penafsiran kuntilanak sebagai perwujudan Tuhan dapat ditemukan dalam cerita rakyat Jawa yang mengisahkan tentang Nyi Roro Kidul dalam cerita tersebut Nyi Roro Kidul dipercaya sebagai perwujudan dari Tuhan Yang bersemayam di atas air yaitu laut selatan dalam tradisi Nusantara terdapat kata to atau tu yang terkait dengan kepercayaan animisme dan dinamisme Oleh karena itu tidak mengherankan jika pengikut ajaran kapitaan percaya bahwa benda-benda yang memiliki unsur 2 atau 2 memiliki kekuatan gaib contohnya Watu Tugu tulang tumbat tunggang tulup tumbuhan untuk pintu tutup serta yang dunia bahkan termasuk Tuan Tuhan dan hantu. Oleh karena itu saat melakukan Bakti pamujan kepada Sang HyangTaya mereka biasanya menyiapkan sesajen berupa tumpeng tu embal tumben tukum dan lain-lain yang semuanya dianggap memiliki kekuatan magis di masa lampau baik hantu maupun Tuhan disembah dan dianggap sesuatu yang sangat sacral hantu dipercaya sebagai perwakilan atau perwujudan dari Tuhan untuk memberikan pengetahuan dan Wasit kepada manusia hantu adalah roh nenek moyang atau roh orang yang sudah mati dalam tradisi kapitayan atau Sunda Wiwitan yang sangat dihormati dan dihargai sebagai perantara antara manusia dengan Tuhan dalam hal ini hantu juga dapat dianggap seperti Malaikat Jibril dalam pandangan orang-orang Islam.

 

Sumber : YtCrash Claims

5. Pemujaan nenek moyang terhadap hantu juga terlihat dari pergelaran wayang sebelum agama-agama seperti Hindu Budha Islam dan Kristen masuk ke Indonesia orang-orang nusantara sudah mengenal wayang wayang bercerita tentang kehidupan masyarakat nenek moyang yang diceritakan langsung oleh rohnya sendiri yang masuk ke tubuh para dalang Wayang bukan hanya bercerita tentang Mahabharata atau Ramayana melainkan memberikan peringatan dan kutukan terhadap orang-orang yang dianggap layak untuk dikutuk atau mendapatkan berkah namun cerita tentang penghormatan terhadap hantu atau roh nenek moyang terkikis oleh kemunculan agama-agama  Internasional seperti Hindu dan Budha orang-orang Hindu dan Budha mengalihkan penghormatan dari hantu atau roh nenek moyang ke dewa-dewi karena dalam tradisi Hindu di India, hantu dianggap tidak baik pewayangan yang semula menceritakan kehidupan nenek moyang kita diganti dengan cerita tentang Mahabharata dan Ramayana yang dianggap lebih bermakna hal ini diikuti dengan mengubah hantu menjadi lebih negatif seperti gandarua yang diadopsi dari India dan diubah menjadi genderuwo yang sangat jahat dan cabul ketika agama Islam dan Kristen datang ke Indonesia penghormatan terhadap hantu semakin ditekan hantu-hantu dianggap negatif dan dihubungkan dengan setan kesurupan yang dulu dianggap sebagai wujud kearifan seseorang sekarang dianggap sebagai wujud rendahnya iman seseorang.

 

Sumber : YtCrash Claims

6. Meskipun banyak yang menganggap kuntilanak sebagai sosok hantu penjaga kuburan namun ada juga pandangan yang berbeda tentang makna kuntilanak beberapa peneliti menganggap bahwa kuntilanak merupakan simbol dari ketidakpuasan perempuan terhadap system patriarki yang ada di masyarakat pendapat serupa juga diungkapkan oleh Zainal Arifin dalam bukunya kuntilanak dan peran perempuan menurut Arifin kuntilanak tidak hanya dipandang sebagai sosok hantu penjaga kuburan namun juga sebagai simbol perjuangan perempuan dalam melawan ketidakadilan gender Arifin menyoroti karakteristik kuntilanak yang kuat independen dan mampu menaklukkan ketakutan dengan kemampuan supernya ia berargumen bahwa hal ini dapat dipandang sebagai bentuk keberanian dan perjuangan perempuan dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan yang ada di dalam masyarakat yang patriarkal Arifin juga mengaitkan fenomena kuntilanak dengan peran perempuan dalam masyarakat yang seringkali dianggap sebagai makhluk yang lebih lemah dan rentan oleh karena itu Arifin menyimpulkan bahwa kuntilanak tidak hanya menjadi objek cerita horror belaka namun juga memiliki nilai dan makna yang penting dalam perjuangan perempuan kemudian dalam artikel kuntilanak dalam perspektif feminis karya etik juwitasari Sari menyatakan bahwa kuntilanak dapat dipahami sebagai  cermin dari ketidakadilan gender yang masih terjadi di masyarakat Sari menyoroti karakteristik kuntilanak yang dianggap mengerikan dan menakutkan serta seringkali dihubungkan dengan kejahatan dan kekerasan hal ini menurut Sari mencerminkan stigma negatif yang masih dilekatkan pada perempuan dalam masyarakat yang patriarkal perempuan seringkali dianggap sebagai makhluk yang lemah tidak berdaya dan rentan menjadi korban kekerasan dan pelecehan dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa kuntilanak sebenarnya berasal dari Belanda dan diperkenalkan ke Indonesia pada masa penjajahan cerita tentang kuntilanak memiliki dua tujuan yang penting yaitu kita harus selalu mengabdi kepada Tuhan dan harus selalu berhati-hati pada malam hari terutama perempuan yang dapat menjadi korban pemerkosaan atau serangan binatang buas.

 

Maka dapat dipastikan bahwa kuntilanak bukanlah jin atau makhluk yang benar-benar ada melainkan hanya cerita  rekaan bahkan cerita tentang kuntilanakyang hanya keluar pada malam hari juga terpengaruh oleh mitos-mitos dari luar seperti drakula karena menurut pandangan kebanyakan ulama Islam. Jin sebagaimana manusia tidak takut terhadap matahari mereka memiliki kebebasan untuk berbuat baik atau jahat serta memiliki beragam karakteristik seperti manusia. Meskipun tidak takut terhadap matahari Jin diketahui lebih suka berada ditempat-tempat yang tidak terkena sinar matahari ini pun juga sama dengan manusia yang lebih suka Seduh karena takut gosong yang diyakini bisa menunda dipertemukannya jodoh apapun asal-usul dan maknanya cerita rakyat ini sudah menjadi warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan Namun sebagai manusia yang cerdas dan rasional Kita juga harus berpikir kritis dan objektif agar tidak mudah terpengaruh oleh mitos dan kepercayaan yang tidak berdasar yang hanya disampaikan dari mulut ke mulut secara Tutur Tinular tanpa bisa dibuktikan.


Sumber : YtCrash Claims

No comments:

Post a Comment

Search This Blog