Pada saat masih duduk dibangku sekolah kita pasti pernah
mendapat materi tatanan alam semesta hingga fakta sekitar tubuh manusia dan
kita kagum terdapat fakta didalamnya. Pada dasarnya ilmu pengetahuan itu terus
berkembang kita tidak boleh percaya apa kata orang, karna ternyata apa yang
dianggap seseorang kebenaran hari ini mungkin saja terbukti salah beberapa
tahun kemudian, oleh karena itu jangan hanya berpacu pada teori masa lampau,
perbanyakan membaca untuk mengupdate wawasan kalian tentang ilmu pengetahuan
itu sendiri. Berikut ini adalah 6 Kebohongan yang Masih Diajarkan Di Sekolahan
:
1. Otak Kanan dan Kiri
Kalian pasti diajarkan bahwa kepribadian
seseorang didasarkan pada bagian otak yang sering digunakan, apabila seseorang
sering menggunakan otak kirinya berarti dia berbakat di intelektual dan logika,
sedangkan bila otak kanannya yang bekerja maka dia jagi dibidang seni dan
emosional. Faktanya penggolongan kepribadian berdasarkan bagian otak tersebut
hanyalah mitos dan hanya untuk mempermudah penjelasan memang bagian otak
memiliki fungsi yang berbeda - beda
namun bagian – bagian tersebut saling berkaitan. Sebagai contoh pemahaman tata
bahasa terletak disisi kiri otak sedangkan intonasi dan penekanan kata justru terjadi diotak
sebelah kanan sehingga untuk pintar berbahasa tentu kalian harus menggunakan
kedua bagian otak tersebut.
2. Peta Rasa Lidah ‘
Kalian pasti sudah tidak asing dengan gambar
lidah dan titik - titik dibagian
tertentu yang menunjukan kepekaan rasa misalnya pangkal lidah untuk merasakan
pahit, tepi lidah untuk merasakan asam, ujung lidah merasakan manis, dan
samping depan lidah asin. Selain 4 rasa tersebut masih ada rasa yang tidak
dapat dikelompokan manis, asin, asam maupun pahit, rasa itu adalah UMAMI
(Gurih) misalnya seperti rasa keju atau makanan yang ditambah micin sebagai
penyedap rasa. Faktanya seorang ilmuan German D.P Hanig melakukan uji pada
beberapa relawan hasilnya beberapa relawan malah merasakan tertentu dibagian lidah
yang tidak sesuai peta rasa, sebenarnya semua bagian lidah mempunyai kemampuan
mendeteksi rasa hanya saja ada bagian lidah yang lebih peka terhadap rasa
tertentu dan peneliti terbaru pada 2014 menunjukan bahwa lidah memiliki 8000
sensor yang tersebar merata dan dapat mengecap semua rasa tidak perbagian
seperti yang kita pelajari selama ini.
3. Di Bumi ada 3 Macam Zat
Selama ini para guru selalu mengajarkan bahwa
dalam dunia terdapat 3 macam wujud zat yaitu zat padat, cair dan gas namun
pelajaran fisika ini tidak sepenuhnya benar karna seharusnya ada 4 macam jika
ditambah dengan plasma itupun hanya wujud dasar yang bisa kita amati dalam kehidupan
sehari – hari, masih ada beberapa wujud zat lain misalnya Bose- EinsteinCondensates, Degenerate Matter dll. Ada 2 kemungkinan kenapa para guru tidak
menyebutkan plasma sebagai wujud zat yang ke 4, pertama adalah para guru
sendiri tidak tahu tentang hal itu karna mereka dulu juga diajarkan bahwa wujud
zat itu ada 3, kemungkinan yang ke 2 adalah para guru sebenarnya tau tetapi
mereka tidak menyampaikannya karna pengetahuan tentang plasma memang sulit
untuk dicerna siswa sekolah menengah kebawah dan memang yang sering kita jumpai
3 wujud zat yang paling umum saja.
4. Planet di Tata Surya
Semasa sekolah kita diajarkan terdapat 9
planet di Tata Surya yang yang mengitari matahari yakni Mercury, Venus, Earth,
Mars, Jupiter, Saturn, Uranus, Neptune, dan Pluto, urutan planet yang ini salah
ternyata karna dalam tata surya hanya terdapat 8 planet, pluto tidak termasuk
planet karna tidak memenuhi sarat sebgai sebuah planet mandiri. Menurut definisi
International Artronomical Union tahun 2006, sebuah benda angkasa bisa disebut
sebagai planet jika memenuhi 3 syarat, syarat tersebut adalah harus mengorbit
matahari dan mempunyai masa yang cukup untuk mendapatkan bentuk bulat, serta
lingkungan sekitar orbitnya bersih dari benda benda angkasa lain, sedangkan
pluto tidak memenuhi syarat ketiganya tersebut.
5. Manusia Berasal dari Kera
Mungkin saat ini teori Darwin tidak lagi
digunakan dikurikulum pendidikan di Indonesia, namun bagi anak 90 an pasti
pernah diajarkan tentang teori Evolusi, teorai ini didasarkan menurut hasil penelitian
yang dilakukan oleh Charles Darwin, dan dituang ke dalam The Origin Of Species
yang menyatakan bahwa manusia adalah mahluk yang berevolusi dari seekor kera. Teori
Darwin sangat berlawanan dengan keyakinan dari beberapa agama, sejak langka
pertamanya teori revolusi ini telah dinyatakan gagal, buktinya evolusionis
tidak mampuu menjelaskan proses pembentukan satu protein, baik hukum fisika
maupun kimia tidak memiliki peluang sama sekali bagi pembentukan kehidupan
secara kebetulan. Teori evolusi mulai ditentang oleh umat muslim dan kristiani,
yang percaya bahwa Tuhan menciptakan dunia dan seisinya sesuai dengan gambaran
Al-Qur’an dan Al – Kitab yaitu dalam waktu 6 hari, kalangan agama menentang
teori ini dan selalu berusaha mencari bukti pandangan darwin tidak benar. Beberapa
media juga beberapa kali menyebut darwin salah teori Darwin dianggap terlalu
luas, Darwin tidak tau tentang DNA sehingga ia tidak bisa memahami genetik
modern yang rumit, Darwin juga tidak memprihitungkan situasi ketika beberapa
organisme bekerja sama dalam satu grup.
6. Peta Bumi
Peta yang selama ini kita pelajari mungkin
adalah peta yang paling populer di Bumi, meski populer ternyata peta yang dikenal sebagai peta mercator
tersebut ternyata sama sekali tidak akurat karna peta ini memaksa bumi bulat
untuk dijadikan peta berbentuk datar atau 2 dimensi dari sinilah ketidak
akuratan muncul dimana peta datar 2 dimensi ini membuat beberapa ukuran negara
terlihat menjadi lebih besar, terutama dibagian dekat kutup bumi. Seorang arsitek
sekaligus seniman asal Jepang bernama Hajime Narukawa membuat sebuah peta baru
secara akurat yang mempresentasikan luas area dari tiap daerah muka bumi hal
ini dilakukannya dengan membagi permukaan bumi yang bulat ke 96 segitiga yang
didatarkan dan di transfer menjadi bentuk tetrahedron, teknik ini membuat gambar
yang mempresentasikan tiap area bumi menjadi datar namun dapat mempertahankan proporsi
luas areamya. Hal inilah yang membuat sebuah peta bumi dengan proporsi sempurna
hal ini pun menyelesaikan masalah peta salah kaprah yang terlanjur meluas
selama 447 tahun. Atas prestasinya ini Narukawa di ganjar penghargaan Green
Award dari Good Design Award tahun 2016 yang merupakan penghargaan tertinggi di
Jepang dalam dunia design.











No comments:
Post a Comment