BARU TERUNGKAP..__ 6 Kebohongan yang Masih Diajarkan Di Sekolah - Berita Blog 6

Breaking

Tuesday, April 10, 2018

BARU TERUNGKAP..__ 6 Kebohongan yang Masih Diajarkan Di Sekolah


Pada saat masih duduk dibangku sekolah kita pasti pernah mendapat materi tatanan alam semesta hingga fakta sekitar tubuh manusia dan kita kagum terdapat fakta didalamnya. Pada dasarnya ilmu pengetahuan itu terus berkembang kita tidak boleh percaya apa kata orang, karna ternyata apa yang dianggap seseorang kebenaran hari ini mungkin saja terbukti salah beberapa tahun kemudian, oleh karena itu jangan hanya berpacu pada teori masa lampau, perbanyakan membaca untuk mengupdate wawasan kalian tentang ilmu pengetahuan itu sendiri. Berikut ini adalah 6 Kebohongan yang Masih Diajarkan Di Sekolahan :





1.  Otak Kanan dan Kiri
Kalian pasti diajarkan bahwa kepribadian seseorang didasarkan pada bagian otak yang sering digunakan, apabila seseorang sering menggunakan otak kirinya berarti dia berbakat di intelektual dan logika, sedangkan bila otak kanannya yang bekerja maka dia jagi dibidang seni dan emosional. Faktanya penggolongan kepribadian berdasarkan bagian otak tersebut hanyalah mitos dan hanya untuk mempermudah penjelasan memang bagian otak memiliki fungsi yang berbeda -  beda namun bagian – bagian tersebut saling berkaitan. Sebagai contoh pemahaman tata bahasa terletak disisi kiri otak sedangkan intonasi  dan penekanan kata justru terjadi diotak sebelah kanan sehingga untuk pintar berbahasa tentu kalian harus menggunakan kedua bagian otak tersebut. 





2.   Peta Rasa Lidah ‘
Kalian pasti sudah tidak asing dengan gambar lidah dan titik -  titik dibagian tertentu yang menunjukan kepekaan rasa misalnya pangkal lidah untuk merasakan pahit, tepi lidah untuk merasakan asam, ujung lidah merasakan manis, dan samping depan lidah asin. Selain 4 rasa tersebut masih ada rasa yang tidak dapat dikelompokan manis, asin, asam maupun pahit, rasa itu adalah UMAMI (Gurih) misalnya seperti rasa keju atau makanan yang ditambah micin sebagai penyedap rasa. Faktanya seorang ilmuan German D.P Hanig melakukan uji pada beberapa relawan hasilnya beberapa relawan malah merasakan tertentu dibagian lidah yang tidak sesuai peta rasa, sebenarnya semua bagian lidah mempunyai kemampuan mendeteksi rasa hanya saja ada bagian lidah yang lebih peka terhadap rasa tertentu dan peneliti terbaru pada 2014 menunjukan bahwa lidah memiliki 8000 sensor yang tersebar merata dan dapat mengecap semua rasa tidak perbagian seperti yang kita pelajari selama ini.








3.   Di Bumi ada 3 Macam Zat
Selama ini para guru selalu mengajarkan bahwa dalam dunia terdapat 3 macam wujud zat yaitu zat padat, cair dan gas namun pelajaran fisika ini tidak sepenuhnya benar karna seharusnya ada 4 macam jika ditambah dengan plasma itupun hanya wujud dasar yang bisa kita amati dalam kehidupan sehari – hari, masih ada beberapa wujud zat lain misalnya Bose- EinsteinCondensates, Degenerate Matter dll. Ada 2 kemungkinan kenapa para guru tidak menyebutkan plasma sebagai wujud zat yang ke 4, pertama adalah para guru sendiri tidak tahu tentang hal itu karna mereka dulu juga diajarkan bahwa wujud zat itu ada 3, kemungkinan yang ke 2 adalah para guru sebenarnya tau tetapi mereka tidak menyampaikannya karna pengetahuan tentang plasma memang sulit untuk dicerna siswa sekolah menengah kebawah dan memang yang sering kita jumpai 3 wujud zat yang paling umum saja. 






4.  Planet di Tata Surya
Semasa sekolah kita diajarkan terdapat 9 planet di Tata Surya yang yang mengitari matahari yakni Mercury, Venus, Earth, Mars, Jupiter, Saturn, Uranus, Neptune, dan Pluto, urutan planet yang ini salah ternyata karna dalam tata surya hanya terdapat 8 planet, pluto tidak termasuk planet karna tidak memenuhi sarat sebgai sebuah planet mandiri. Menurut definisi International Artronomical Union tahun 2006, sebuah benda angkasa bisa disebut sebagai planet jika memenuhi 3 syarat, syarat tersebut adalah harus mengorbit matahari dan mempunyai masa yang cukup untuk mendapatkan bentuk bulat, serta lingkungan sekitar orbitnya bersih dari benda benda angkasa lain, sedangkan pluto tidak memenuhi syarat ketiganya tersebut.





5.  Manusia Berasal dari Kera
Mungkin saat ini teori Darwin tidak lagi digunakan dikurikulum pendidikan di Indonesia, namun bagi anak 90 an pasti pernah diajarkan tentang teori Evolusi, teorai ini didasarkan menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Charles Darwin, dan dituang ke dalam The Origin Of Species yang menyatakan bahwa manusia adalah mahluk yang berevolusi dari seekor kera. Teori Darwin sangat berlawanan dengan keyakinan dari beberapa agama, sejak langka pertamanya teori revolusi ini telah dinyatakan gagal, buktinya evolusionis tidak mampuu menjelaskan proses pembentukan satu protein, baik hukum fisika maupun kimia tidak memiliki peluang sama sekali bagi pembentukan kehidupan secara kebetulan. Teori evolusi mulai ditentang oleh umat muslim dan kristiani, yang percaya bahwa Tuhan menciptakan dunia dan seisinya sesuai dengan gambaran Al-Qur’an dan Al – Kitab yaitu dalam waktu 6 hari, kalangan agama menentang teori ini dan selalu berusaha mencari bukti pandangan darwin tidak benar. Beberapa media juga beberapa kali menyebut darwin salah teori Darwin dianggap terlalu luas, Darwin tidak tau tentang DNA sehingga ia tidak bisa memahami genetik modern yang rumit, Darwin juga tidak memprihitungkan situasi ketika beberapa organisme bekerja sama dalam satu grup.








6. Peta Bumi
Peta yang selama ini kita pelajari mungkin adalah peta yang paling populer di Bumi, meski populer ternyata peta yang dikenal sebagai peta mercator tersebut ternyata sama sekali tidak akurat karna peta ini memaksa bumi bulat untuk dijadikan peta berbentuk datar atau 2 dimensi dari sinilah ketidak akuratan muncul dimana peta datar 2 dimensi ini membuat beberapa ukuran negara terlihat menjadi lebih besar, terutama dibagian dekat kutup bumi. Seorang arsitek sekaligus seniman asal Jepang bernama Hajime Narukawa membuat sebuah peta baru secara akurat yang mempresentasikan luas area dari tiap daerah muka bumi hal ini dilakukannya dengan membagi permukaan bumi yang bulat ke 96 segitiga yang didatarkan dan di transfer menjadi bentuk tetrahedron, teknik ini membuat gambar yang mempresentasikan tiap area bumi menjadi datar namun dapat mempertahankan proporsi luas areamya. Hal inilah yang membuat sebuah peta bumi dengan proporsi sempurna hal ini pun menyelesaikan masalah peta salah kaprah yang terlanjur meluas selama 447 tahun. Atas prestasinya ini Narukawa di ganjar penghargaan Green Award dari Good Design Award tahun 2016 yang merupakan penghargaan tertinggi di Jepang dalam dunia design.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog